cara berusaha(berbisnis)


Cara Bisnis Yang Cerdas
Ekonomi & Bisnis – Tinjauan Ekonomi
SETIAP orang memiliki
cara sendiri dalam
menangani sesuatu,
demikian juga dengan
cara bisnis yang
dipraktekkannya. Saya
ingin membagi
pengalaman beberapa praktisi bisnis
yang saya anggap cukup ‘cerdas’,
tetapi bukan berarti cara-cara yang
lain dari yang saya ceritakan itu
bodoh. WASPADA Online
Cahyo Pramono
Pengamat & Praktisi Manajemen
SETIAP orang memiliki
cara sendiri dalam
menangani sesuatu,
demikian juga dengan
cara bisnis yang
dipraktekkannya. Saya
ingin membagi
pengalaman beberapa praktisi bisnis
yang saya anggap cukup ‘cerdas’,
tetapi bukan berarti cara-cara yang
lain dari yang saya ceritakan itu
bodoh.
Saya katakan cerdas karena
menggunakan terobosan-terobosan
istimewa yang sedikit diluar kebiasaan
umum. Konsep cerdas yang saya
maksudkan adalah bagaimana
pengusaha cerdas itu memanfaatkan
potensi-potensi diluar dirinya untuk
kepentingan mendapatkan
keuntungan bagi dirinya secara
optimal.
Konsep bisnis cerdas itu adalah
MENGGUNAKAN FIKIRAN, TENAGA dan
UANG ORANG LAIN. Kecerdasan ini
sangat absolut hukumnya jika ingin
mengoptimalkan bisnis hingga titik
yang jauh dari batas maksimal dari
kemampuan pribadi pebisnis. Hukum
dasarnya adalah jelas bahwa
seseorang tidaklah akan dapat hidup
sendirian dimuka planet ini. Seseorang
selalu membutuhkan spihak-pihak lain
untuk tetap hidup dan berkembang.
Sepandai-pandai seseorang pasti ada
batasnya, sekuat apapun tenaga satu
orang pasti lebih kuat kalau didukung
tenaga orang lain demikian juga
sebanyak-banyak uang yang dimiliki
seseorang, akan lebih banyak lagi jika
didukung oleh pihak lain.
Jelas bahwa seseorang tidak akan bisa
berada di dua tempat yang berbeda
pada saat yang bersamaan.
Keterbatasan fisik tidak
memungkinkan seseorang
mengerjakan sesuatu diluar batas
kemampuan fisiknya.
Baiklah, kita akan bahas satu-persatu
trik cerdas ini;
Fikiran orang lain
Lagi-lagi karena alasan keterbatasan
diri dan kenyataan menunjukkan
bahwa disekitar kita tersedia banyak
orang pintar yang cerdas berfikir dan
rela membagikan ilmunya kepada kita.
Konsepnya sangat sederhana;
manfaatkan pemikiran mereka untuk
kepentingan kita. Untuk sebuah ide
brilian kadang-kadang tidaklah harus
mengeluarkan biaya yang besar.
Kadang kala kita hanya memerlukan
sebungkus rokok atau secangkir kopi
untuk menyogok seseorang agar
memberikan ide-ide segarnya kepada
kita. Kepada bawahan kita, biasanya
jauh lebih mudah, kita hanya perlu
menepuk pundaknya dan
mendengarkan mereka berbicara lalu
sebuah lentera pencerahan akan
menerangi pandangan kita.
Memang akan lebih bagus jika bisa
mendapatkan petunjuk dari konsultan
profesional, karena mereka sudah
membekali dirinya dengan pengalaman
dan pendidikan serta kemampuan
yang memang profesioanl. Mereka
mampu menguraikan berbagai hal
secara berurut, logis dan mudah
dicerna. Tentu saja kita harus
membayarkan sejumlah dana untuk
pengganti ide-ide cemerlangnya,
karena mereka pun memerlukan
banyak dana untuk mendapatkan
kemampuannya tersebut.
Prinsip dasar dari konsep ini adalah
sebuah kemampuan mengendalikan
orang lain agar orang lain tersebut
rela memberikan dukungan pemikian
untuk peningkatan kinerja bisnis kita.
Disini sangat dituntut kemampuan
mendengar dan menganalisa serta
kemampuan untuk menyerap
informasi baru dan mengolahnya
untuk disesuaikan dengan jalur bisnis
yang kita tempuh.
Tidak perlu khawatir dan ragu jika
anda membagi dan membahas konsep-
konsep bisnis anda kepada mereka,
karena umumnya sangat jarang ada
orang yang pandai berfikir yang
sukses berbisnis. Itu sangat jelas
karena bisnis dan talenta sangatlah
berbeda. Jadi sedikit sekali peluang
anda akan dicontek dan ditiru oleh
mereka.
Prinsip ini mengarahkan kita kepada
keberanian untuk memilih pegawai
yang cerdas dan pintar. Semakin pintar
mereka, semakin besar keuntungan
kita. Dengan mempekerjakan orang
yang pintar, maka dengan sendirinya
kita akan ikut pintar dan terus terpacu
untuk meningkatkan kapasitas
kecerdasan kita sendiri.
Tenaga orang lain
Dengan pemahaman prinsip diatas,
menggunakan tenaga orang lain pasti
akan meringankan beban kita. Semakin
banyak tenaga dari luar yang
memberikan kontribusi, jelas bukan
saja meringankan beban, tetapi juga
berpotensi meningkatkan
produktivitas dengan mencolok.
Bayangkan anda seorang pedagang
bakso keliling, anda membeli bahan
baku sendiri, memasaknya sendiri,
mengayuh kereta baksonya sendiri,
melayani sendiri dan semuanya serba
sendiri. Bukankah akan lebih baik dan
berpotensi berkembang jika anda
memiliki banyak orang untuk
membantu anda?
Mendelegasikan pekerjaan adalah cara
terhebat dari seorang pemimpin.
Pemimpin yang baik lagi-lagi bukanlah
seorang malaikat yang serba bisa,
tetapi hanyalah manusia biasa yang
dibekali kemampuan untuk
mengarahkan tenaga-tenaga orang
lain demi tercapainya tujuannya.
Tenaga orang lain yang bisa
dimanfaatkan memberikan peluang
bagi kita untuk mencurahkan
perhatian kepada hal-hal penting dan
strategis demi lancarnya Operasional
bisnis dan upaya-upaya cerdas untuk
mengembangkannya.
Uang orang lain
Bisnis berujung kepada perolehan laba.
Tentu saja modal juga menjadi pokok
penentunya. Seperti memancing ikan,
semakin besar umpannya maka
semakin besar pula ikan yang
memakannya. Menggunakan uang
sendiri sebagi modal adalah hal yang
biasa, tetapi kemampuan
menggunakan uang orang lain jauh
lebih cerdas.
Yang membedakan adalah volume
keuntungannya saja, dengan uang
sendiri, besaran keuntungan bisa lebih
maksimal. Tetapi ingat, persentase
keuntungan yang lebih kecil dengan
modal milik orang lain adalah jauh
lebih besar nilainya.
Kecerdasan ini sangat bergantung
kepada kemampuan diri dalam
mendapatkan pemodal serta
kemampuan menyesuaikan diri dengan
kondisi dan persyaratan yang
ditentukan oleh pimilik modal. Adalah
sebuah seni yang menarik manakala
kita mampu mendapatkan dana dari
lembaga perbankan, atau lembaga
pemodal lainnya.
Seni ini memerlukan kemampuan
meyakinkan dan kemampuan diri
meningkatkan keyakinan itu dengan
membayarkannya sesuai kesepakatan.
Cerdas Lagi-lagi rahasia kecerdasan ini
adalah terletak dari kemampuan kita
mengelola manusia. Menjadi pemimpin
bukanlah sekadar hebat secara
individu.
Tokoh-tokoh terkenal yang sukses
diantaranya tidak memiliki latar
belakang pendidikan tinggi, tidak
cukup kuat secara fisik dan berangkat
dari latar belakang yang miskin, tetapi
mereka mampu mempekerjakan orang
dengan kapasitas kepintaran yang
tinggi, kuat dan bisa mendapatkan
modal dengan kondisi yang jauh lebih
baik.
Kini sudah tidak jamannya lagi menjadi
one man show, kini zamannya
kecerdasan mengendalikan orang lain
demi tercapainya tujuan diri dengan
lebih optimal. Semua potensi itu ada
disekitar kita, tinggal sejauh mana kita
mampu memanfaatkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s